Saran untuk Pemula (Newbie) Forex Trading

Bila Anda adalah trader baru pada bisnis trading forex atau paling sedikit pernah mencoba trading forex secara riil atau mencoba pada akun demo, mungkin Anda pernah mengalami margin call karena merugi besar. Tak dapat dipungkiri bahwa trading forex memang bukan hal yang gampang. Dengan investasi yang satu ini Anda bisa untung ratusan dollar sehari bila mencoba trading dengan akun demo tetapi malah rugi besar bila menggunakan dana yang sebenarnya. Jadi di mana sesungguhnya kesalahan Anda?

Untuk meraih kesuksesan pada bisnis ini sangat dibutuhkan keuletan dan ketekunan yang sesungguhnya sama juga pada investasi lainnya. Mustahil untuk menjadi miliarder hanya dalam waktu trading harian atau bulanan. Untuk mengasah kemampuan trading Anda harus banyak belajar dan hal ini dapat dilakukan dengan memperbanyak pengalaman trading. Dengan demikian Anda akan bisa memahami pergerakan mata uang pada pasar forex sehingga hanya dengan melihat chart sekilas Anda akan dapat memprediksi arah pergerakan harga. Inilah yang disebut intuisi yang hanya bisa diperoleh dari pengalaman.

Banyak trader pemula yang melakukan kesalahan sehingga berakibat loss, hal ini adalah hal biasa yang harus Anda terima sebagai proses. Jangan berkecil hati karena para profesional pun pernah mengalami loss. Tetapi sedikit demi sedikit peluang loss Anda akan semakin kecil seiring dengan bertambahnya pengalaman Anda pada pasar dibandingkan saat pertama kali terjun untuk melakukan trading forex. Hindarilah hal-hal berikut ini agar tak terjadi loss besar yang menghabiskan modal Anda.

1.   Tergesa-gesa trading dengan akun riil

Saat mulai mempelajari forex pada umumnya para trader pemula kurang sabar dan ingin segera bertrading dengan akun riil menggunakan dana yang sebenarnya demi mendapatkan profit tanpa berlatih terlebih dahulu dengan akun demo. Akun demo sebenarnya sangat bermanfaat untuk memperdalam pengetahuan Anda secara praktek untuk memahami pergerakan mata uang pada pasar, menguji metode trading yang telah Anda pelajari, dan mempelajari karakteristik pasangan mata uang yang Anda pilih. Jadi jika ingin meraih profit yang konsisten pada trading forex Anda jangan berlatih di akun demo hanya dalam waktu 1 atau 2 hari saja.

Baca Juga : Cara Cepat Kaya dengan Trading Forex

Memang tak ada peraturan berapa lama Anda harus berlatih dengan akun demo hingga siap trading dengan dana riil, tetapi para profesional sering merekomendasikan waktu belajar 1 hingga 2 bulan. Jika dalam durasi tersebut Anda berhasil meraih profit secara konsisten maka Anda dapat melanjutkan dengan akun riil. Akan lebih baik bila Anda membuat catatan track record Anda dalam akun demo sehingga Anda bisa mempelajari kesalahan-kesalahan yang Anda lakukan dan melakukan perbaikan agar tidak terulang lagi pada akun live.

2.   Mengambil resiko terlalu besar

Konon kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh trader pemula adalah mengambil resiko terlalu besar. Mereka berpikir untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat atau mempunyai mentalitas ingin cepat kaya. Banyak orang mengira bahwa trading forex adalah cara cepat untuk mendapatkan penghasilan dalam jumlah besar dan mudah dilakukan.

Akibat dari adanya mindset ini adalah ingin segera meraih keuntungan besar sehingga mengabaikan manajemen resiko. Besarnya lot yang ditradingkan tidak mempertimbangkan jumlah akun trading yang dimiliki.

Para trader profesional merekomendasikan untuk menggunakan sekitar 2% dari total akun dan untuk akun kecil dengan modal di bawah $1000 Anda masih bisa menanggung sampai dengan 5% untuk setiap transaksi.

3.   Risk reward ratio yang terlalu kecil

Winning ration 90% bila dibandingkan dengan winning ratio 70% yang manakah yang lebih baik bagi Anda? Arti dari winning ratio 90% atau 70% adalah jumlah kemenangan 90% atau 70% dari 100 kali transaksi. Jawabannya ternyata belum tentu rasio kemenangan yang mencapai 90% karena Anda masih harus mempertimbangkan faktor yang lain yaitu risk reward ratio. Contohnya, pada umumnya jika trader tengah dalam posisi minus maka ia akan menahan trade dalam waktu yang lama hingga harga kembali membaik. Tetapi sebaliknya saat Anda baru profit 5 atau 10 point saja maka posisi akan langsung ditutup. Inilah sebabnya risk reward ratio Anda menjadi rendah. Jadi jika Anda memiliki SL 50 pips sementara pengambilan profit hanya sebesar 5 point untuk setiap trade dengan winning ratio 90%, maka belum bisa menutup kerugian.

4.   Tak menyadari kesalahan posisi

Sering kita dapati para trader atau mungkin Anda sendiri yang berusaha melawan kenyataan saat mengetahui posisi trading Anda negatif dan membilarkan posisi loss terus terbuka dengan harapan harga akan berbalik arah. Akibat dari hal ini adalah loss Anda akan semakin besar. Jadi bila sedang berada pada posisi ini, saran yang dapat Anda lakukan adalah menganalisa kembali indikator Anda dengan lebih cermat untuk mengetahui apakah posisi trade Anda memang sudah tepat atau masihkah ada peluang untuk memperoleh profit. Bila memang sudah terlihat tak ada kesempatan tersebut maka sebaiknya lakukan cut loss sebagai langkah antisipasi agar modal Anda tak semakin terkuras.

5.   Overtrading

Banyak trader berkeyakinan bahwa profit akan menjadi semakin besar bila trading semakin sering dilakukan. Padahal kenyataan yang terjadi justru sebaliknya, resiko kehilangan dana akan semakin besar bila trading semakin sering dilakukan. Semakin banyak melakukan trading analisa Anda bisa menumpul dan menjadi kurang selektif dalam memilih potensi trading yang tersedia. Kekurangan lainnya adalah potensi melakukan kesalahan menjadi lebih besar. Jadi daripada overtrading sebaiknya ambil potensi keuntungan yang sesuai analisa Anda 90% akurat.

6.   Bisnis forex menggunakan dana yang masih diperlukan

Menggunakan dana yang masih dibutuhkan untuk investasi forex adalah big no bagi Anda. Gunakanlah dana yang tidak akan segera dibutuhkan dalam waktu dekat karena hal ini akan mempengaruhi psikologi Anda. Bila Anda menggunakan dana yang masih diperlukan misalnya dana pendidikan anak, operasional rumah tangga, dana cadangan untuk membayar tagihan, dan sebagainya maka Anda tak bisa trading dengan tenang karena ketakutan berlebihan akan kehilangan uang tersebut.

Misalnya, saat tengah floating negatif Anda terburu-buru close karena ketakutan minus akan semakin besar, padahal masih ada potensi bagus bahwa harga akan berbalik. Contoh lainnya adalah, saat masih mendapat profit sedikit, Anda langsung melakukan close dan menghilangkan kesempatan untuk memperoleh profit yang lebih besar. Untuk itu sebaiknya gunakan uang yang tak terpakai dalam beberapa tahun ke depan atau uang yang memang direncanakan sebagai modal investasi.

7.   Dikendalikan oleh emosi

Tips yang terakhir adalah jangan membiarkan diri Anda dikendalikan oleh emosi karena pergerakan harga pada pasar bisa sangat menjebak. Harga bisa tiba-tiba turun sehingga trader berbondong-bondong melakukan sell, tetapi sesaat kemudian harga tiba-tiba baik lagi dengan cepat. hal-hal yang demikian ini harus dihadapi dengan pikiran yang jernih dan tenang. Sebagus apa pun sistem trading yang Anda terapkan tetapi bila Anda emosi maka hal itu akan sia-sia. Terbawa emosi hanya akan memancing Anda untuk trading tanpa perhitungan, kehilangan disiplin dan fokus, dan akhirnya tentu akan loss lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *